Di pesisir utara pulau jawa
Seorang ksatria memanah mati matahari
Tubuhnya hancur menjadi keping-keping
Berserak, tak berharga
Semesta berkabung
Bumi dibanjiri air mata
Ditenggelamkan kepedihan
Tanah-tanah menghitam
Bukit tak lagi bermahkota
Pohon-pohon enggan tumbuh kembali
Di sudut timur batavia
Matahari mengepul kepingannya
Berusaha hidup kembali
Tak sedikit kepingan yang hilang
Tak ditemukan
Namun ia memaksa bersinar lagi
Meski tak lagi sempurna
Perlahan sinarnya kembali merawat semesta
Burung-burung bersorak kegirangan
Menyambut sebuah kebangkitan
Saat sinarnya kembali tiba di pesisir utara jawa
Pasir pantai terlihat murung
Memberi isyarat malapetaka di pelupuk mata
Di dalam sebuah bangunan
Di ruang yang tak cukup luas
Ksatria meracik racun paling mematikan
Menjelang senja
Empat ujung anak panah berisi racun
Menembus jantung matahari
Dunia menghitam
Kepingan yang tak lagi utuh
Berserak kembali, tak berharga
Dibawah tapak kaki ksatria
Keping-keping itu membusuk
Tak tersisa
