Kaki dan tanganya terikat
Lehernya terjerat
Bahagianya terpasung
Setiap langkahnya perih
Jerih payahnya tak berwujud
Jiwanya kian meredup
Sumur deritanya semakin dalam
Luka batinnya semakin bernanah
Seorang perempuan berbicara pada cermin
Haruskah bersahabat dengan kemalangan?
Haruskah berteman kepedihan?
Di mana letak bahagia?
Apa tak pantas kubahagia?
Lelah menangis ia tertidur hingga bermimpi
Seorang pangeran datang
Berupaya melepas rantai di lehernya
Namun sang penguasa menghalau
Jangan bebaskan!
Dia akan mengabdi padaku seumur hidupku!
Jangan membawanya pergi!
Keringatnya sangat berarti untukku!
Tak peduli dia tak bahagia di sini!
Tak apa jika dia harus tetap menderita!
Seekor cicak terpeleset dari langit-langit kamar
Hinggap di wajah perempuan
Membangunkan dan membuyarkan mimpinya
Ia kembali berbicara pada cermin
Haruskah aku tetap hidup?
Aku telah berkali kali mati dibunuh kenyataan
Setiap malam
Air mata menjadi penghantar tidur
Dan kesedihan menyelimuti dengan sangat mesra
Haruskah kuakhiri semuanya sekarang?
